Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis akibat asupan gizi yang tidak adekuat, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Indonesia mencatat prevalensi stunting sebesar 21,6% (SSGI 2022), dan salah satu penyebab utama adalah pola makan yang tidak sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional pada 56 anak balita stunting yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan semi-FFQ dan Child Feeding Questionnaire (CFQ). Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis didapatkan hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian stunting (p = 0,023) dan antara pola nutrisi dengan kejadian stunting (p = 0,026). Balita dengan pola makan kurang cenderung mengalami stunting sangat pendek. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan nutrisi dengan kejadian stunting. Intervensi gizi dan edukasi pemberian makan sangat dibutuhkan.
Copyrights © 2026