Siklus menstruasi terjadi karena permasalahan keseimbangan di antara berbagai hormon seks perempuan. Keadaan seimbang pada hormon-hormon tersebut memunculkan menstruasi yang normal, dengan durasi 4-8 hari, interval antar siklus 24-38 hari, dengan volume darah menstruati < 80 mL per hari, serta tidak menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas. Berdasarkan data Riskesdas 2018, persentase ketidakteraturan menstruasi pada wanita usia 10-59 tahun sebesar 14,5%. Salah satu hal yang berhubungan dengan gangguan menstruasi adalah status gizi. Status gizi merupakan gambaran tingkat kecukupan gizi individu yang bisa diukur salah satunya dengan lingkar lengan atas (LiLA). Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh lemak tubuh yang akan berkontribusi dalam pelepasan hormon reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional. Penetapan sampel penelitian dengan teknik non-probabillity sampling. Pengamatan dilakukan terahadap 50 mahasiswi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan menjadi sampel dalam penelitian ini. Uji statistik dilakukan dengan Chi-Square dan didapat hasil uji dengan p-value <0.05, maka secara statistik terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan LILA dengan siklus menstruasi (p=0,009), dan terdapat juga hubungan antara status gizi berdasarkan LILA dengan lama menstruasi pada mahasiswi (p=0,009). Data menunjukkan bahwa status gizi berdasar LiLa pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas X Jakarta, angkatan 2021-2022 lebih banyak mengalami status gizi normal (86 %). Siklus menstruasi lebih banyak mengalami siklus menstruasi yang normal (88 %). Dari analisis Chi-Square dapat dilihat bahwa terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan LiLA dengan siklus dan lama menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021-2022.
Copyrights © 2025