Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal membentuk praktik konsumsi makanan ibu hamil, serta bagaimana nilai-nilai tersebut mengalami transformasi dalam konteks perubahan sosial dan peningkatan akses informasi kesehatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap ibu hamil di wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk pantangan makanan tertentu yang diyakini dapat membahayakan kehamilan. Meskipun demikian, terjadi transformasi nilai di tengah masyarakat seiring dengan meningkatnya akses terhadap informasi dari tenaga kesehatan dan media sosial. Proses perubahan ini berlangsung secara selektif dan adaptif, menunjukkan adanya negosiasi antara tradisi dan pengetahuan kesehatan modern. Keluarga, terutama suami dan mertua, memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan konsumsi makanan, sementara peran tokoh adat cenderung menurun. Temuan ini menyarankan pentingnya pendekatan intervensi kesehatan yang berbasis budaya lokal, peningkatan jumlah petugas gizi, serta penggunaan bahasa daerah dalam penyuluhan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan KEK. Dengan pendekatan yang sensitif secara sosial dan kultural, intervensi gizi dapat lebih diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat. Kata kunci: Transformasi budaya, konsumsi makanan, KEK, ibu hamil, masyarakat pesisir, Selayar, nilai lokal, intervensi kesehatan.
Copyrights © 2025