Pendahuluan: fraktur metatarsal umumnya terjadi pada atlet, salah satunya pemain sepak bola, dikarenakan olahraga yang berintensitas tinggi dan aktivitas berulang pada metatarsal yang menyebabkan terbentuknya mikrofraktur di dalam tulang secara bertahap kemudian akan menjadi besar dan menimbulkan nyeri bahkan sampai ketidakmampuan melakukan aktivitas. Tujuan: laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran manajemen fisioterapi pada kasus post-op fraktur metatarsal. Metode: data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien laki-laki berusia 22 tahun, menjalani operasi fraktur metatarsal IV kiri sejak 9 minggu yang lalu diberikan penanganan fisioterapi berupa modalitas Infrared Rays (IRR) serta latihan endurance dan strength. Hasil: evaluasi menggunakan measuring tape, terdapat nilai konstan pada interpretasi dalam penilaian sesaat yaitu belum terlihat peningkatan signifikan pada otot yang hipotrofi dalam penilaian sesaat. Kesimpulan: rehabilitasi fisioterapi yang rutin dan terstruktur terbukti efektif dalam menunjang pemulihan fungsional pada pasien pasca operasi metatarsal.
Copyrights © 2025