Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang sering mengakibatkan gangguan fungsi berbicara atau afasia, sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Di Rumah Sehat Indah Pandaan, ditemukan banyak kasus pasca-stroke dengan kesulitan berbicara yang memerlukan intervensi efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita pasca-stroke yang mengalami kesulitan berbicara di Rumah Sehat Indah Pandaan Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu partisipan (Ny. W, 42 tahun) yang mengalami afasia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi selama enam sesi terapi dengan frekuensi dua kali seminggu menggunakan titik utama Ren-23 (Lianquan), LI-4 (Hegu), GB-20 (Fengchi), ST-40 (Fenglong), DU-15 (Yamen), HT-5 (Tongli), SP-6 (Sanyinjiao), dan KI-3 (Taixi). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan pada kemampuan bicara partisipan yang ditandai dengan artikulasi suara lebih jelas, volume suara meningkat, serta keluhan wajah kebas yang teratasi sepenuhnya. Kemiringan pada bibir dan lidah juga berkurang hingga tampak hampir simetris, serta keluhan penyerta seperti pusing dan pandangan mata berkabut berhasil diatasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan studi ini dengan populasi partisipan yang lebih luas dan durasi penelitian yang lebih panjang untuk melihat efektivitas jangka panjang akupunktur pada kasus afasia kronis
Copyrights © 2025