Ketimpangan distribusi pelayanan kesehatan di Jawa Timur menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemerataan akses dan kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menggunakan pendekatan Fuzzy C-Means (FCM) untuk menentukan kualitas pelayanan kesehatan di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Variabel data yang digunakan meliputi kepadatan penduduk, tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan di tahun 2024. Sebelum proses klasterisasi, dilakukan analisis korelasi untuk menyederhanakan variabel melalui penggabungan kelompok variabel yang saling berkorelasi tinggi. Hasil klasterisasi FCM menunjukkan bahwa wilayah di Jawa Timur terbagi menjadi tiga klaster, yaitu klaster dengan kualitas pelayanan sangat memadai, cukup memadai, dan kurang memadai. Nilai 0,725 diperoleh melalui evaluasi menggunakan Silhouette Coefficient, yang menunjukkan bahwa struktur klaster yang dihasilkan memiliki kualitas yang tergolong baik. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah berada dalam kategori cukup memadai, namun masih terdapat beberapa wilayah yang memerlukan perhatian lebih dalam pemerataan tenaga dan fasilitas kesehatan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan kebijakan pemerataan pelayanan kesehatan di Jawa Timur melalui program Jatim Sehat.
Copyrights © 2025