Buku teks bahasa Arab di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tidak hanya berfungsi sebagai alat pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai medium transmisi ideologi dan konstruksi pemahaman keagamaan. Penelitian ini menganalisis bagaimana konsep-konsep keagamaan di-framing dalam buku teks bahasa Arab menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA) dan Framing Theory. Melalui analisis terhadap tujuh buku teks yang digunakan di PTKI terakreditasi A di Indonesia, penelitian ini mengidentifikasi pola framing pada sepuluh konsep keagamaan utama: tauhid, shalat, jihad, hijab, amar ma'ruf nahi munkar, zakat, riba, iman, ihsan, dan ukhuwah. Hasil penelitian menunjukkan dominasi tiga pola framing: (1) ortodoksi-skripturalis yang menekankan otoritas klasik; (2) fungsional-praktis yang mengutamakan aplikasi ritual; dan (3) moderat-kontekstual yang mengintegrasikan tradisi dan modernitas. Dari 347 unit analisis yang diidentifikasi, strategi komunikatif didominasi oleh definitional strategies (68%), exemplification strategies (24%), dan argumentation strategies (8%). Analisis ideologi mengungkapkan reproduksi wacana mainstream mazhab Sunni dengan minimnya representasi perspektif alternatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan framework analitis untuk kajian buku teks keagamaan dan memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan materi ajar yang lebih kritis dan inklusif.
Copyrights © 2025