Fenomena flexing di media sosial semakin populer di kalangan generasi muda sebagai upaya untuk menampilkan citra diri dan pencapaian yang mereka raih dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fenomena flexing terhadap pembentukan diri, perilaku konsumsi, serta hubungan sosial para penggunanya menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan landasan teori Identitas Sosial. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur, analisis konten media sosial yang dilakukan secara mendalam, serta wawancara dengan 3 informan yang merupakan mahasiswa aktif di Universitas Boyolali berusia 18-25 tahun. Jenis data yang diperoleh meliputi narasi pengalaman pribadi, pola interaksi sosial dalam postingan flexing, dan persepsi terhadap dampak sosial-psikologis dari flexing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing berperan sebagai strategi efektif dalam membangun identitas sosial dan meningkatkan motivasi individu, tetapi di sisi lain juga menimbulkan tekanan sosial yang berpengaruh pada kondisi psikologis serta pola interaksi sosial mereka di lingkungan digital maupun nyata.
Copyrights © 2025