Penelitian ini mengeksplorasi representasi identitas linguistik dan kultural melalui penamaan pedagang kuliner pada platform digital GoFood, khususnya pada fitur "Near Me" di Kota Bandar Lampung. Dengan menganalisis 194 data restoran, penelitian ini mengkaji sejauh mana bahasa dan identitas Lampung hadir dalam strategi penjenamaan digital dibandingkan dengan identitas kuliner lain seperti Jawa, Padang, dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2,06% pedagang yang menggunakan penanda linguistik Lampung, sementara identitas lain seperti Jawa, Padang, dan global mendominasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lanskap linguistik digital didominasi oleh identitas non-lokal, yang merefleksikan dinamika pasar, globalisasi, serta strategi branding yang berorientasi pada daya tarik massa. Artikel ini berargumen bahwa ruang digital tidak hanya merepresentasikan preferensi konsumen, tetapi juga membentuk ulang identitas kuliner lokal.
Copyrights © 2025