Penelitian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang membuka peluang baru bagi praktik edukasi lingkungan, khususnya dalam isu pengelolaan sampah. Media digital tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pembentukan makna sosial yang berpotensi memengaruhi kesadaran masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu: (1) bagaimana strategi komunikasi yang digunakan dalam edukasi pengelolaan sampah melalui media digital; (2) bagaimana peran media digital dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah; serta (3) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi efektivitas strategi komunikasi edukasi pengelolaan sampah di media digital. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada analisis strategi komunikasi edukatif di media digital. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten edukasi pengelolaan sampah di media digital, analisis isi pesan, serta penelusuran interaksi audiens. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengaitkan temuan empiris dan kerangka teori komunikasi, seperti teori komunikasi persuasif, pembelajaran sosial, dan difusi inovasi, guna memastikan validitas dan kedalaman analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan sampah melalui media digital dibangun melalui strategi komunikasi yang adaptif dan kontekstual. Pesan edukasi cenderung dikemas secara naratif, persuasif, dan visual, dengan bahasa yang sederhana serta relevan dengan kehidupan sehari-hari audiens. Pendekatan ini membuat pesan terasa lebih dekat, tidak menggurui, dan mudah dipahami. Media digital juga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah, di mana audiens dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, dan membangun makna bersama terkait pengelolaan sampah. Pembahasan penelitian mengungkap bahwa media digital berperan sebagai ruang belajar informal yang fleksibel. Pemahaman audiens terbentuk melalui paparan konten yang berulang dan mudah diakses, sehingga pengetahuan tentang pengelolaan sampah berkembang secara bertahap. Selain aspek kognitif, media digital juga mendorong terbentuknya kesadaran emosional dan persepsi sosial, di mana audiens mulai memandang pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan kesadaran belum selalu diikuti oleh perubahan perilaku yang konsisten, karena masih dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah dan pembentukan kesadaran masyarakat, terutama dalam tahap peningkatan pengetahuan dan sikap. Agar edukasi digital berdampak lebih berkelanjutan, diperlukan strategi komunikasi yang partisipatif, kontekstual, serta dukungan lingkungan nyata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemangku kepentingan serta penelitian lanjutan yang mengkaji dampak jangka panjang edukasi pengelolaan sampah melalui media digital terhadap perubahan perilaku masyarakat.
Copyrights © 2025