Kawasan Dukuh Atas di Jakarta merupakan proyek Transit Oriented Development (TOD) pertama yang dievaluasi menggunakan standar ITDP 3.0 dengan skor 73 (kategori Silver). Meskipun telah memiliki infrastruktur transportasi yang memadai dan konektivitas antar moda seperti MRT, BRT, LRT, dan KRL, penerapan TOD secara menyeluruh masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa di antaranya adalah jalur pejalan kaki yang belum nyaman dan aman, kepadatan bangunan yang belum optimal, serta dominasi kendaraan pribadi yang masih tinggi. Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan utama dan menawarkan strategi berkelanjutan dalam rangka optimalisasi kawasan TOD Dukuh Atas berdasarkan studi literatur, hasil analisis jurnal terkait, serta pendekatan kontekstual kota Jakarta. Pendekatan integratif yang diusulkan berfokus pada peningkatan kualitas tata guna lahan, penguatan konektivitas jalan dan jaringan transportasi publik, serta partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan. Strategi meliputi perbaikan infrastruktur pedestrian, penambahan area publik aktif, insentif untuk pembangunan vertikal campuran fungsi, serta penerapan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dan parkir. Implementasi strategi ini diharapkan mampu mengarahkan Dukuh Atas menuju standar TOD Gold yang lebih inklusif, efisien, layak huni, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025