Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna tersembunyi dalam percakapan tokoh film sebagai bentuk representasi realita sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan makna, serta fungsi implikatur percakapan dalam film Ipar Adalah Maut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data berupa transkrip percakapan dalam film Ipar Adalah Maut, yang dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori implikatur percakapan oleh George Yule serta fungsi tindak tutur ilokusi oleh Searle. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 84 data implikatur percakapan yang terdiri dari 24 implikatur percakapan umum, 36 implikatur percakapan khusus, dan 24 implikatur percakapan berskala. Selain itu, ditemukan 73 data fungsi implikatur, yakni 20 fungsi implikatur asertif atau representatif, 22 fungsi implikatur direktif, 16 fungsi implikatur ekspresif, 8 fungsi implikatur komisif, dan 7 fungsi implikatur deklaratif. Temuan ini mengindikasikan bahwa implikatur percakapan khusus dan fungsi implikatur direktif lebih dominan, yang merefleksikan ketergantungan makna pada konteks spesifik serta adanya kecenderungan tokoh dalam menyampaikan perintah atau permintaan. Hasil penelitian ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kajian pragmatik dalam memahami dinamika interaksi verbal dalam karya sebuah film.
Copyrights © 2025