Penerapan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) merupakan tuntutan profesional untuk menjamin mutu dan konsistensi asuhan keperawatan. Namun, dalam praktik masih ditemukan perawat yang belum optimal menerapkan SDKI, cenderung menggunakan standar lama, serta mengalami kebingungan dalam penentuan tanda dan gejala mayor serta minor untuk menetapkan diagnosis yang tepat. Kondisi ini berpotensi menurunkan akurasi diagnosis dan kualitas dokumentasi keperawatan. Meskipun RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi telah menerapkan standar 3S, variasi tingkat pemahaman perawat masih terlihat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang SDKI di ruang rawat inap RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi.
Copyrights © 2026