Penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada remaja yang sebelumnya merupakan perokok konvensional, tetapi juga pada mereka yang langsung memulai kebiasaan merokok dengan vape. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena rokok elektrik berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik pada remaja berdasarkan pendekatan Social Cognitive Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Literatur dikumpulkan melalui basis data elektronik seperti PubMed dan Google Scholar, dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gaya hidup, persepsi individu terhadap risiko dan manfaat vape, serta motivasi personal. Sementara itu, faktor eksternal mencakup pengaruh teman sebaya, keberadaan anggota keluarga pengguna rokok elektrik, serta paparan iklan rokok elektrik di berbagai media. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku merokok elektrik pada remaja merupakan hasil interaksi antara faktor individu dan lingkungan sosial, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif dan berbasis lingkungan.
Copyrights © 2026