Pneumonia pada balita merupakan tantangan kesehatan publik yang signifikan, memerlukan pemodelan spasial yang akurat karena sifat penularan dan distribusi geografis yang heterogen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model spasial optimal dan faktor-faktor determinan Rate Kasus Pneumonia Balita di 27 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat tahun 2024, menggunakan data kasus Pneumonia dan data sosio-ekonomi agregat. Pemodelan dilakukan menggunakan Regresi Binomial Negatif (RBN) yang dikombinasikan dengan Trend Surface Analysis (TSA) untuk mengatasi overdispersion dan efek spasial makro. Analisis data menunjukkan bahwa Cakupan Imunisasi Lengkap memiliki hubungan signifikan sebagai faktor protektif terhadap jumlah kasus Pneumonia, sementara Persentase Penduduk Miskin merupakan faktor risiko signifikan. Faktor lain, seperti persentase perokok di rumah tangga dan persentase stunting, menunjukkan koefisien anomali yang signifikan secara statistik tetapi secara teori bertentangan, yang diperdebatkan sebagai hasil dari Ecological Fallacy yang mengindikasikan under-reporting kasus di wilayah kronis. Model RBN-TSA terpilih karena menunjukkan nilai Best-Fit Model yang optimal dan berhasil menangani dependensi spasial. Temuan ini penting dalam menganalisis daerah dan mengembangkan strategi yang berfokus pada peningkatan cakupan imunisasi dan penanggulangan kemiskinan dalam perumusan kebijakan kesehatan.
Copyrights © 2026