Kajian mengenai peran perempuan dalam pendidikan Islam sering kali masih diposisikan secara deskriptif dan normatif, tanpa analisis gender yang memadai. Artikel ini bertujuan menganalisis peran dan kontribusi tokoh perempuan dalam pengembangan pendidikan agama Islam melalui perspektif feminisme Islam, dengan menelaah pemikiran dan praktik pendidikan Zainab al-Ghazali dan Khairiyah Hasyim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur kritis, dianalisis secara komparatif dan interpretatif terhadap karya, biografi, serta praktik sosial-keagamaan kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zainab al-Ghazali merepresentasikan model pemberdayaan perempuan berbasis aktivisme dan gerakan sosial-keagamaan yang menegaskan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam ruang publik Islam, sementara Khairiyah Hasyim mengembangkan model pendidikan perempuan berbasis institusional melalui pesantren dan madrasah sebagai ruang pembentukan intelektual dan moral perempuan Muslim. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bagi perempuan tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai strategi transformasi sosial berbasis kesetaraan gender dalam kerangka nilai-nilai Islam. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian feminisme Islam dalam pendidikan agama Islam dengan menghadirkan tipologi peran perempuan Muslim dalam konteks sosial dan kultural yang berbeda.
Copyrights © 2025