ABSTRAK Hasil dan kualitas bunga yang diproduksi petani memengaruhi harga jual bunga potong krisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis mulsa organik dan konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman krisan. Penelitian menggunakan percobaan lapangan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan metode faktorial (3 x 3) + 1. Faktor pertama yaitu jenis mulsa organik (jerami padi, batang pisang, dan rumput gajah) dan faktor kedua yaitu konsentrasi PGPR (25, 50, dan 75 mL/L). Kontrol menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP), tanpa pemberian PGPR. Analisis dilakukan menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Uji kontras ortogonal digunakan untuk membandingkan antara perlakuan dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan lebih efektif dari kontrol, pada parameter waktu kemunculan bunga, volume akar, jumlah bunga per tanaman, dan diameter bunga. Terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman umur 56 HST, panjang petiol, dan jumlah bunga per tanaman. Perlakuan mulsa organik jerami padi memberikan hasil paling efektif pada parameter jumlah daun umur 28 HST dan jumlah tangkai bercabang. Konsentrasi PGPR 75 mL/L, memberikan hasil paling efektif pada parameter tinggi tanaman 42 HST, jumlah daun umur 28 HST, diameter batang, volume akar, dan jumlah tangkai bercabang. Kombinasi perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik adalah mulsa organik jerami padi dengan konsentrasi PGPR 75 mL/L.
Copyrights © 2025