Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi psikologi dakwah melalui pendekatan emosional, kognitif, dan perilaku dalam membentuk kesadaran religius santri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Pondok Pesantren Al-Husna Kajeksan, Kudus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan pengasuh, ustadz, dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) integrasi ketiga pendekatan psikologi dakwah menciptakan internalisasi nilai religius yang komprehensif; (2) interaksi edukatif yang konsisten, keteladanan, dan regulasi institusional menjadi faktor pendorong utama; (3) tantangan berasal dari variasi motivasi intrinsik santri dan pengaruh eksternal. Simpulan, psikologi dakwah berperan sentral dalam transformasi kesadaran religius, dengan interaksi edukatif sebagai kunci keefektifannya. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan literasi psikologi dakwah di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2025