Astenopia atau kelelahan mata merupakan gangguan yang sering dialami remaja akibat meningkatnya penggunaan gadget dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan perangkat digital dalam durasi yang panjang dapat memicu ketegangan akomodasi dan menurunkan frekuensi berkedip, sehingga meningkatkan risiko terjadinya astenopia. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kejadian astenopia pada remaja. Metode: desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 34 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi penggunaan gadget dan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi penggunaan gadget tinggi (55,9%). Kejadian astenopia ditemukan pada 20 responden (58,8%), sedangkan 14 responden (41,2%) tidak mengalami astenopia. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 dengan OR 3,8 (95%CI: 1,79-8,06) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan kejadian astenopia pada remaja (p < 0,05) dan durasi penggunaan gadget tinggi memiliki risiko hampir 3,8 kali lebih besar mengalami astenopia. Kesimpilan: bahwa semakin lama durasi penggunaan gadget, maka semakin tinggi risiko terjadinya kelelahan mata pada remaja, sehingga penting dilakukan edukasi mengenai pembatasan durasi penggunaan gadget serta penerapan kebiasaan ergonomis, seperti aturan 20-20-20, untuk mencegah kelelahan mata pada remaja.
Copyrights © 2026