Sampah organik merupakan komponen terbesar timbulan sampah di Indonesia dan memiliki potensi tinggi sebagai sumber energi biomassa terbarukan. Ketergantungan pada landfill menyebabkan peningkatan emisi dan beban TPA, sehingga diperlukan inovasi teknologi pengolahan yang mampu mengonversi sampah organik menjadi energi bernilai guna. Penelitian ini menganalisis kinerja teknologi waste-to-energy berbasis sampah organik, meliputi biogas, biobriket, dan refuse derived fuel (RDF), melalui kajian literatur terarah dan analisis komparatif hasil penelitian lokal lima tahun terakhir. Parameter yang dievaluasi mencakup karakteristik bahan baku, efisiensi proses, kualitas energi, serta potensi reduksi volume sampah. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi biogas efektif untuk skala rumah tangga dan komunal, sedangkan biobriket dan RDF memiliki nilai kalor lebih tinggi serta relevan untuk sektor industri. Sintesis temuan menegaskan bahwa integrasi multi-teknologi sesuai konteks wilayah berpotensi memperkuat transisi energi terbarukan sekaligus meningkatkan kinerja pengelolaan sampah berkelanjutan.
Copyrights © 2025