Perkembangan media sosial, khususnya platform TikTok, telah melahirkan kultur scroll yang memengaruhi pola belajar dan cara generasi muda dalam memahami informasi. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi pendidikan Islam di madrasah yang menekankan pembelajaran mendalam dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan Islam di madrasah dalam menghadapi kultur scroll pada generasi TikTok serta upaya adaptif yang dapat dilakukan tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian literatur dan analisis konseptual terhadap fenomena penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kultur scroll berdampak pada menurunnya daya konsentrasi, minat terhadap pembelajaran reflektif, serta kecenderungan pemahaman keagamaan yang bersifat dangkal. Oleh karena itu, madrasah dituntut untuk melakukan adaptasi pedagogis melalui pemanfaatan media digital secara bijak, penguatan peran guru sebagai pembimbing dan teladan, serta penanaman literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, madrasah dapat menjadikan tantangan kultur scroll sebagai peluang untuk memperkuat relevansi dan peran pendidikan Islam di era digital.
Copyrights © 2026