Pendidikan karakter dalam upaya menangkal radikalisme di Indonesia menggunakan implementasi pendidikan karakter yang diintegrasikan pada kurikulum formal dan hidden curriculum. Kurikulum formal biasanya terprogram dan tertulis pada saat IHT di sekolah pada awal tahun pelajaran. Sementara itu, hidden curriculum mengikuti kondisi pelaksanaan kurikulum formal karena keduanya tidak dapat dipisahkan untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Contoh implementasinya adalah penanaman nilai karakter ketertiban yang diatur oleh wali kelas, kedisiplinan melalui kesepakatan guru mata pelajaran, kejujuran pada saat ujian, serta nilai ramah, sopan, santun melalui tegur sapa. Nilai religius dilaksanakan dengan pembiasaan memulai pembelajaran dengan doa dan pembacaan kitab suci. Nilai cinta tanah air dilakukan dengan menyanyikan lagu wajib nasional. Penanaman nilai cinta kebersihan dan peduli lingkungan dilakukan dengan membuat jadwal piket kebersihan kelas. Semua ini merupakan bagian dari hidden curriculum dalam upaya ketercapaian kurikulum formal berbasis pendidikan karakter.
Copyrights © 2026