Semakin bekembangnya zaman banyak pondok pesantren modern di Indonesia mengadopsi atau mempelajari berbagai Bahasa seperti Bahasa arab.Adapun kemampuan berbicara (maharah kalam) merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di lingkungan pesantren yang menjadikan bahasa Arab sebagai alat komunikasi utama dalam kegiatan keagamaan dan akademik. Namun, masih banyak santri yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide secara lisan karena pendekatan pembelajaran yang cenderung berfokus pada aspek gramatikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan komunikatif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren An Nida’. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan komunikatif melalui kegiatan muhadatsah, simulasi, drama, dan lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyah) mampu meningkatkan kepercayaan diri, kelancaran berbicara, serta penguasaan kosakata santri secara signifikan. Dengan demikian, pendekatan komunikatif terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual, serta dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Arab di pesantren.
Copyrights © 2026