Perkembangan ekonomi Islam tidak terlepas dari dinamika pemikiran para intelektual Muslim dalam merespons persoalan ekonomi modern. Artikel ini bertujuan menganalisis tiga aliran utama dalam pemikiran ekonomi Islam, yaitu aliran Iqtishaduna, aliran Mainstream, dan aliran Alternatif Kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran Iqtishaduna menolak asumsi kelangkaan sumber daya dan menekankan keadilan distribusi sebagai akar persoalan ekonomi, aliran Mainstream menerima asumsi kelangkaan namun menawarkan solusi berbasis nilai syariah, sedangkan aliran Alternatif Kritis berperan sebagai korektor epistemologis terhadap dua aliran sebelumnya. Artikel ini menegaskan bahwa keberagaman aliran dalam ekonomi Islam merupakan kekayaan intelektual yang memperkuat pengembangan teori ekonomi Islam yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan global.
Copyrights © 2025