Inovasi dalam administrasi publik merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi kompleksitas permasalahan publik dan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan. Namun, berbagai upaya inovasi di sektor publik sering kali bersifat parsial dan tidak berkelanjutan karena belum ditopang oleh kapasitas pengelolaan pengetahuan organisasi yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen pengetahuan sebagai instrumen inovasi dalam administrasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain konseptual-analitis melalui studi pustaka terhadap literatur administrasi publik, manajemen pengetahuan, dan inovasi sektor publik. Analisis dilakukan dengan sintesis teoretis untuk menjelaskan hubungan antara manajemen pengetahuan, pembelajaran organisasi, memori institusional, dan inovasi administrasi publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan berfungsi sebagai fondasi utama inovasi dengan memperkuat pembelajaran organisasi dan akumulasi memori institusional, yang selanjutnya mendorong inovasi proses, layanan, dan kebijakan publik. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi administrasi publik yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila pengetahuan dikelola secara sistematis dan dilembagakan sebagai kapasitas organisasi, bukan bergantung pada individu atau proyek jangka pendek. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat integrasi kajian manajemen pengetahuan dalam diskursus inovasi administrasi publik, serta implikasi praktis bagi pengembangan tata kelola sektor publik yang berorientasi pada penciptaan nilai publik.
Copyrights © 2025