Latar Belakang: Pengendalian persediaan obat yang tidak optimal menyebabkan kekosongan atau kelebihan stok di rumah sakit, sehingga diperlukan sistem analisis yang komprehensif untuk meningkatkan efisiensi biaya dan mutu pelayanan. Tujuan: Menganalisis pengendalian persediaan obat menggunakan metode ABC-VEN, EOQ, ROP, ITOR dan merumuskan strategi perbaikan melalui analisis SWOT di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen tahun 2021. Metode: Penelitian deskriptif dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan secara retrospektif periode Januari-Desember 2021. Hasil: Analisis ABC-VEN mengidentifikasi 68 item kategori AE bernilai Rp6.095.836.400 yang memerlukan prioritas pengendalian ketat. EOQ menunjukkan jumlah pemesanan optimum tertinggi 113.332 unit dengan ROP bervariasi hingga 1.271 unit. Nilai ITOR sebesar 4,34 kali/tahun menunjukkan perputaran obat masih di bawah standar ideal 8-12 kali. Matriks IFE (3,04) dan EFE (2,81) menempatkan rumah sakit pada kuadran IV dengan strategi pengembangan. Simpulan: Implementasi metode EOQ-ROP pada kategori AE berpotensi menghemat 25% biaya persediaan. Saran: Diperlukan integrasi sistem informasi manajemen, monitoring ITOR bulanan, dan pelatihan berkala staf farmasi
Copyrights © 2025