Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM, namun belum seluruhnya merasakan perubahan omzet secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan penggunaan QRIS serta hubungannya dengan perubahan omzet pada pelaku UMKM di Kawasan Bekas Terminal Lama Sukabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, serta sikap dan minat terhadap penggunaan QRIS. Dari total 103 UMKM, sebanyak 64 responden dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan QRIS berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persepsi sebesar 4,62. Persepsi kemudahan dan kegunaan memperoleh nilai rata-rata 4,65, sedangkan sikap dan minat pengguna memperoleh 4,56. Dari sisi kinerja usaha, tercatat 68,75% responden mengalami peningkatan omzet sebesar 10–30%, 25% mengalami kenaikan di bawah 10%, dan tidak ditemukan responden yang mengalami penurunan omzet. Tingkat adopsi QRIS mencapai 77,67%, dengan frekuensi penggunaan harian sebesar 93,75%. Temuan ini menunjukkan bahwa QRIS memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet UMKM melalui kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan. Penelitian merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan penguatan kualitas layanan agar pemanfaatan QRIS dapat berlangsung lebih optimal.
Copyrights © 2025