Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi untuk mencegah kecelakaan kerja dan menjamin keselamatan seluruh pekerja di lokasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan K3 pada proyek RSAU Prof. dr. Abdulrachman Saleh Jakarta melalui observasi lapangan dan penilaian berbasis indikator K3. Aspek yang diamati antara lain penggunaan APD, tanada-tanda syarat dan barikade, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), pekerjaan atap, keamanan listrik, housekeeping, serta lalu lintas kendaraan di area proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat penerapan K3 sebesar 85,97% yang menandakan implementasi sudah berjalan dengan baik namun belum optimal. Aspek dengan nilai tertinggi adalah tanda-tanda isyarat dan barikade (95,00%) serta penggunaan APD (92,07%), menunjukkan kepatuhan pekerja dan efektivitas pengawasan di lapangan. Sementara itu, pengelolaan B3 (68,89%), keselamatan listrik (72,22%), dan penggunaan gas bertekanan (77,14%) masih memerlukan perhatian dan peningkatan. Secara umum, hasil observasi memperlihatkan bahwa penerapan K3 yang baik didukung oleh ketersediaan fasilitas keselamatan, pengawasan aktif dari petugas HSE, dan disiplin pekerja dalam mengikuti prosedur. Namun, beberapa aspek perlu ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan, audit internal rutin, serta peningkatan kesadaran terhadap budaya keselamatan kerja. Penerapan sistem K3 yang konsisten dan terukur diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Copyrights © 2025