Academic burnout merupakan masalah psikologis yang banyak dialami mahasiswa akibat tekanan akademik yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan motivasi belajar, kesehatan mental, dan prestasi akademik. Resiliensi berperan penting sebagai faktor protektif dalam menghadapi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi (bimbingan/pendampingan yang diberikan) terhadap peningkatan resiliensi mahasiswa yang mengalami academic burnout. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest pada 38 mahasiswa yang mengalami academic burnout. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Instrumen yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur burnout dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur resiliensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum intervensi, sebagian besar mahasiswa berada pada kategori academic burnout sedang hingga tinggi, dan resiliensi didominasi kategori rendah hingga sedang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada skor resiliensi, ditandai dengan meningkatnya proporsi resiliensi tinggi dari 13,1% menjadi 39,5%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor resiliensi yang signifikan antara pretest dan posttest. Intervensi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa yang mengalami academic burnout. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2025