Kesalahan kode diagnosa dan tindakan merupakan salah satu penyebab utama pending klaim pada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Berdasarkan pedoman PMK No. 26 Tahun 2021, penentuan diagnosa utama dan tindakan harus sesuai Rules MB1–MB5 untuk menjamin keakuratan kode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akurasi kode diagnosa utama dan tindakan operatif pada rekam medis rawat inap di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 190 berkas rekam medis pasien rawat inap yang menjalani tindakan operatif pada Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan dianalisis secara univariat melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 167 berkas (87,9%) memiliki kode diagnosa utama yang akurat, sementara 23 berkas (12,1%) tidak akurat. Kesalahan terbesar terdapat pada Rule MB1 (3,7%). Pada kode tindakan operatif, 185 berkas (97,4%) akurat dan hanya 5 berkas (2,6%) yang tidak akurat. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kode tindakan relatif akurat, penentuan diagnosa utama masih perlu ditingkatkan. Diperlukan peningkatan kualitas dokumentasi medis, supervisi, serta pelatihan berkala bagi koder dalam penerapan Rules MB1–MB5.
Copyrights © 2025