Pada 10 tahun terakhir ini persaingan antar perusahaan (entitas bisnis) semakin tajam. Perusahaan berupaya secara terus menerus menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produknya. Pengembangan kerjasama dengan pemasok merupakan salah satu upaya yang banyak dilakukan perusahaan untuk mencapai maksud tersebut. Sekarang ini tidak ada satu perusahaan pun yang dapat membuat produknya tanpa keterlibatan pemasok. Kerjasama dalam penentuan kebijakan pada perusahaan pemasok dan pemanufaktur dalam hal persediaan menciptakan suatu jaringan sistem produksi (production system network (PSN)) yang memiliki pola hubungan kolaboratif (collaborative relationship). Hubungan ini menciptakan suatu inovasi dalam sistem manufaktur yang tentunya membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Koordinasi antara pemasok dan pemanufaktur dalam penentuan kebijakan persediaan diperlukan agar perusahaan dapat menghemat biaya, terutama pada biaya setup per unit, biaya pemesanan per unit, dan biaya transportasi per unit. Penentuan kebijakan persediaan sebagai hasil kerjasama antara pemasok dan pemanufaktur menciptakan perlunya penentuan ukuran lot gabungan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan model penentuan ukuran lot gabungan yang memperhitungkan aspek pengurangan setup dan perbaikan kualitas produksi. Hasil peramalan permintaan dimasa yang akan merupakan dasar perhitungan dalam perencanaan produksi, pengendalian inventory dan menghitung biaya pengadaan bahan baku yang paling ekonomis.
Copyrights © 2025