Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program employee well-being dan tingkat stres kerja terhadap retensi karyawan pada PT. Kreasibeton Nusapersada Medan. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya mempertahankan karyawan di tengah tuntutan kerja yang tinggi pada industri manufaktur, khususnya pada perusahaan berbasis produksi beton yang memiliki risiko stres kerja cukup besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Kreasibeton Nusapersada Medan sebanyak 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program employee well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Secara simultan, employee well-being dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kesejahteraan yang dirasakan karyawan dan semakin rendah tingkat stres kerja, maka semakin tinggi keinginan karyawan untuk bertahan dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan program kesejahteraan karyawan, memperbaiki lingkungan kerja, serta mengelola beban kerja secara lebih seimbang guna menekan tingkat stres. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, atau gaya kepemimpinan agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi retensi karyawan.
Copyrights © 2026