Perkembangan teknologi keuangan digital telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk mahasiswa, dari pembayaran tunai ke pembayaran non-tunai seperti QRIS, e-wallet, dan mobile banking. Kemudahan, kecepatan, serta berbagai promo yang ditawarkan oleh layanan pembayaran digital berpotensi mendorong perilaku konsumtif, terutama jika tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai dan gaya hidup yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran digital (QRIS, e-wallet, dan mobile banking), literasi keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas HKBP Nommensen Medan yang menggunakan layanan pembayaran digital. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa pembayaran digital dan gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sedangkan literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen keuangan serta memberikan manfaat praktis bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran dan pengelolaan keuangan yang bijak di era digital.
Copyrights © 2026