Abstrak: Kue Sagon merupakan produk pangan tradisional yang memiliki potensi pasar yang cukup besar di Kabupaten Sumenep. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas produksi dan legalisasi usaha menjadi aspek krusial untuk meningkatkan daya saing produk tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan legalitas dan kapasitas produksi mitra Industri Kecil Menengah (IKM) Arrahma, sebuah usaha rumah tangga yang memproduksi kue tradisional sagon di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Mitra terdiri dari 16 pelaku usaha skala kecil dengan keterbatasan dalam hal legalitas usaha dan penggunaan teknologi produksi modern. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis pengoperasian alat produksi (oven listrik) serta pemahaman regulasi usaha dan manajemen produksi. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan legalisasi usaha (pengajuan Pangan Industri Rumah Tangga/P-IRT), pelatihan penggunaan alat produksi, serta monitoring dan evaluasi pasca-kegiatan. Sistem evaluasi menggunakan pendekatan formatif dan sumatif, melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi aktivitas produksi untuk mengukur pencapaian keterampilan dan dampak terhadap produktivitas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi kukis sagon dari 1,5 kg per hari menjadi 5 kg per hari, keberhasilan mitra dalam memperoleh sertifikat P-IRT, serta peningkatan pengetahuan mitra terkait legalisasi usaha dan pengoperasian alat produksi.Abstract: Sagon cookies are traditional food products with significant market potential in Sumenep Regency. Therefore, improving production capacity and business legalization are crucial aspects to enhance their competitiveness. This community service program aimed to strengthen the legal status and production capacity of the IKM Arrahma, a home-based small enterprise producing traditional sagon cookies in Lapa Taman Village, Dungkek District, Sumenep Regency. The partner consists of 16 small-scale business actors facing limitations in business legality and the application of modern production technology. The activities were designed to improve technical skills in operating production equipment (electric oven) and enhance understanding of business regulations and production management. The implementation methods included training on business legalization (P-IRT certification), equipment operation, and post-activity monitoring and evaluation. The evaluation system employed both formative and summative approaches through direct observation, semi-structured interviews, and documentation to assess skill acquisition and its impact on productivity. The evaluation results showed an increase in sagon cookie production capacity from 1.5 kg to 5 kg per day, successful acquisition of the P-IRT certificate, and improved knowledge of business legalization and equipment operation among participants.
Copyrights © 2025