Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran akuntansi manajemen dan budaya organisasi dalam membentuk proses pengambilan keputusan manajerial pada sebuah konsultan pendidikan swasta di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan manajer proyek, staf keuangan, serta konsultan senior dan junior, didukung oleh observasi rapat pengambilan keputusan serta dokumentasi organisasi berupa anggaran, cost sheet, dan laporan varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak akuntansi manajemen seperti RBA, WBS, laporan varians, dan KPI berfungsi tidak hanya sebagai dasar rasionalitas keputusan, tetapi juga sebagai simbol legitimasi organisasi di hadapan pemangku kepentingan. Sementara itu, budaya organisasi berperan sebagai lensa interpretasi yang menjadikan angka terbuka untuk diskusi dan negosiasi makna. Proses keputusan sering terjadi dalam kondisi bounded rationality, ketika informasi tidak lengkap dilengkapi oleh narasi dan pengalaman kolektif. Kualitas keputusan terbukti meningkat ketika terdapat kesesuaian (fit) antara mekanisme akuntansi manajemen dan nilai budaya organisasi, khususnya transparansi, kolaborasi, dan akuntabilitas. Sebaliknya, ketidaksesuaian menimbulkan inefisiensi dan revisi berulang. Secara teoretis, studi ini memperkaya literatur mengenai hubungan sistem kontrol manajemen dan budaya pada organisasi jasa berbasis proyek. Secara praktis, penelitian ini memberikan pedoman bagi konsultan pendidikan swasta untuk menyelaraskan alat akuntansi manajemen dan tata kelola keputusan dengan nilai-nilai budaya organisasi agar tetap disiplin secara finansial sekaligus lincah dalam merespons kebutuhan klien. Kata kunci: akuntansi manajemen, budaya organisasi, keputusan manajerial, bounded rationality, konsultan pendidikan.
Copyrights © 2025