Ketidakpastian lingkungan bisnis telah menjadi tantangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia akibat fluktuasi permintaan pasar, meningkatnya biaya operasional, persaingan yang semakin ketat, serta perubahan regulasi. Kondisi tersebut menuntut para pelaku UMKM untuk mengambil keputusan manajerial secara cepat dan adaptif guna menjaga keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengambilan keputusan manajerial oleh pelaku UMKM dalam menghadapi ketidakpastian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik atau manajer UMKM yang bertanggung jawab langsung terhadap pengambilan keputusan manajerial. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengambilan keputusan manajerial pada UMKM cenderung bersifat intuitif, adaptif, dan berbasis pengalaman. Keputusan sebagian besar dipengaruhi oleh keterbatasan informasi, kondisi keuangan, serta persepsi risiko pemilik usaha. Pelaku UMKM juga melakukan penyesuaian situasional, seperti memodifikasi strategi pemasaran, menyesuaikan tingkat produksi, dan mengendalikan biaya operasional sebagai respons terhadap dinamika pasar. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial, khususnya dalam literasi informasi dan manajemen risiko, guna meningkatkan ketahanan UMKM dalam menghadapi lingkungan bisnis yang tidak pasti. Kata kunci: Pengambilan Keputusan, Ketidakpastian, Manajemen UMKM, Intuisi, Adaptasi.
Copyrights © 2025