Penelitian ini mengkaji persepsi manajer non-akuntansi terhadap laporan keuangan sebagai alat pengendalian manajemen dalam konteks organisasi. Meskipun laporan keuangan secara luas diakui sebagai instrumen penting untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi kinerja, efektivitas penggunaannya sangat bergantung pada bagaimana laporan tersebut dipahami dan diinterpretasikan oleh manajer yang tidak memiliki latar belakang akuntansi formal. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana manajer non-akuntansi mempersepsikan, menafsirkan, dan memanfaatkan laporan keuangan dalam praktik pengendalian manajerial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, yang didukung oleh observasi dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajer non-akuntansi cenderung memersepsikan laporan keuangan terutama sebagai dokumen formal dan administratif yang digunakan untuk kepatuhan dan evaluasi kinerja, bukan sebagai alat strategis untuk perencanaan proaktif dan pengambilan keputusan. Keterbatasan pengetahuan akuntansi dan kompleksitas teknis laporan keuangan mendorong manajer untuk lebih mengandalkan indikator yang disederhanakan dan penilaian berdasarkan pengalaman, sehingga mengurangi nilai strategis laporan keuangan dalam sistem pengendalian manajemen. Penelitian ini menyoroti pentingnya persepsi manajerial dan kemampuan interpretatif dalam menentukan efektivitas laporan keuangan sebagai alat pengendalian. Temuan ini berkontribusi pada literatur akuntansi dan manajemen dengan menekankan dimensi perilaku dan interpretatif dalam penggunaan informasi keuangan, serta menunjukkan perlunya peningkatan literasi akuntansi dan penyesuaian praktik pelaporan keuangan agar lebih mendukung pengambilan keputusan manajerial.
Copyrights © 2025