Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan perilaku agresif pada remaja yang mengalami fatherless. Fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika remaja tumbuh tanpa kehadiran figur ayah baik secara fisik maupun emosional, berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis, termasuk kemampuan mengelola emosi dan mengendalikan perilaku. Rendahnya kontrol diri pada remaja fatherless dapat meningkatkan kecenderungan mereka dalam menampilkan perilaku agresif, seperti agresi verbal, agresi fisik, maupun bentuk agresivitas lain yang muncul sebagai respon emosional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental serta teknik snowball sampling. Sebanyak 198 remaja yang memenuhi kriteria fatherless kategori sedang hingga tinggi berdasarkan Skala Fatherless. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kontrol Diri Ringkas (SKDR) untuk mengukur kontrol diri dan Buss-Perry Agression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresif. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara kontrol diri dan perilaku agresif (r = –0.437, p < 0.001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin rendah kemampuan kontrol diri, semakin tinggi kecenderungan perilaku agresif pada remaja fatherless. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami faktor psikologis yang memengaruhi agresivitas pada remaja, serta dapat menjadi dasar pengembangan intervensi untuk meningkatkan regulasi diri pada kelompok remaja yang rentan secara emosional.
Copyrights © 2025