Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembinaan kondisi fisik berbasis teori belajar motorik pada mahasiswa olahraga serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan fisik dan pemahaman teoritis mahasiswa terhadap proses pembelajaran gerak. Populasi penelitian adalah mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga pada satu universitas negeri, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 35 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-deskriptif dengan desain pretest–posttest. Instrumen meliputi tes kondisi fisik (fleksibilitas, kekuatan otot, daya tahan, dan kecepatan) serta lembar observasi proses pembelajaran berbasis teori belajar motorik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kekuatan otot (14,8%), daya tahan (12,5%), kecepatan gerak (9,3%), dan fleksibilitas (10,2%). Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman konsep gerak, koordinasi motorik, serta kemampuan melakukan analisis gerak selama proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa model pembinaan kondisi fisik berbasis teori belajar motorik terbukti efektif meningkatkan kemampuan fisik sekaligus kompetensi kognitif mahasiswa olahraga. Model ini layak diimplementasikan secara luas pada mata kuliah yang menekankan aktivitas fisik dan analisis gerak.
Copyrights © 2025