Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Self-Regulated Learning dan manajemen waktu terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan kemandirian belajar sebagai variabel intervening pada mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2021 di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner serta data sekunder dari buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Sampel penelitian sebanyak 88 responden, dengan analisis data dilakukan menggunakan Path Analysis dengan bantuan software SPSS serta Uji Sobel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self-Regulated Learning berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa dengan nilai koefisien regresi (β = 0,263) dan signifikansi (Sig. = 0,030 < 0,05). Manajemen waktu juga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar dengan nilai koefisien regresi (β = 0,335) dan signifikansi (Sig. = 0,006 < 0,05), dengan nilai R Square sebesar 0,261. Selanjutnya, Self-Regulated Learning berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan nilai koefisien regresi (β = 0,113) dan signifikansi (Sig. = 0,001 < 0,05). Manajemen waktu juga berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai koefisien regresi (β = 0,257) dan signifikansi (Sig. = 0,030 < 0,05), dengan nilai R Square sebesar 0,328. Kemandirian belajar terbukti berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan nilai koefisien regresi (β = 0,359) dan signifikansi (Sig. = 0,005 < 0,05). Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa Self-Regulated Learning, manajemen waktu, dan kemandirian belajar memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu, dosen dan institusi pendidikan diharapkan dapat mendorong penguatan kemampuan regulasi diri, pengelolaan waktu yang baik, serta pengembangan kemandirian belajar mahasiswa guna meningkatkan motivasi belajar secara optimal.
Copyrights © 2025