Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran media sosial TikTok dalam upaya pelestarian budaya Batak oleh remaja Generasi Z (Gen Z) di tengah arus globalisasi. Fenomena Gen Z sebagai digital native dan karakteristik TikTok yang visual serta viral memberikan konteks baru bagi pelestarian warisan budaya lokal. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik wawancara mendalam kepada remaja Batak Gen Z yang aktif memproduksi dan berinteraksi dengan konten budaya di TikTok, didukung oleh analisis konten terhadap unggahan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berperan secara signifikan melalui tiga aspek utama: instrumental (sebagai medium ekspresi kreatif adat dan seni Batak), edukatif (sebagai sarana transmisi pengetahuan filosofi dan bahasa Batak), dan promotif (memperluas jangkauan budaya Batak secara global melalui viralitas). Gen Z memanfaatkan fitur TikTok untuk memodifikasi tarian (Tor-Tor) dan bahasa (Hata Batak) agar tetap relevan dan menarik. Meskipun efektif dalam mempertahankan identitas di ruang digital, terdapat tantangan berupa risiko simplifikasi dan perdebatan otentisitas kultural demi popularitas. Secara keseluruhan, TikTok menjadi katalisator bagi pergeseran model pelestarian budaya Batak dari ranah tradisional ke ranah digital yang dinamis, menempatkan Gen Z sebagai agen kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur.
Copyrights © 2025