Penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam membedakan huruf kapital dan huruf kecil pada pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya di Gugus 2 Kecamatan Soyo Jaya. Permasalahan utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah minimnya variasi media pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa memahami perbedaan bentuk huruf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran Direct Instruction dengan bantuan media kartu huruf dalam meningkatkan kemampuan pengenalan huruf kapital dan kecil, dibandingkan dengan model pembelajaran tradisional. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas rendah di Gugus 2 Kecamatan Soyo Jaya, dan sampel penelitian diambil dari SD Negeri Uebangke. Alat pengumpul data meliputi tes pengenalan huruf (pretest dan posttest) serta lembar observasi. Untuk analisis data, digunakan uji-t (Independent Sample T-test) guna mengevaluasi perbedaan signifikan antara kelompok yang menerima perlakuan dan kelompok yang tidak. Hasil studi memperlihatkan bahwa penggunaan model Pengajaran Langsung yang didukung dengan media kartu huruf jauh lebih berhasil daripada model tradisional. Ini terlihat dari nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen, serta hasil uji signifikansi yang berada di bawah 0,05. Penggunaan media kartu huruf dalam model instruksi langsung memberikan stimulus visual yang memudahkan siswa membedakan struktur huruf kapital dan kecil secara konkret. Kesimpulannya, model Direct Instruction berbantuan kartu huruf direkomendasikan sebagai solusi efektif untuk meningkatkan literasi dasar siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2026