Untuk mengetahui perbedaan tingkat kesehatan antara Bank Konvensional dan Bank Digital di Indonesia dalam kurun 2021 hingga 2024, penelitian ini memanfaatkan pendekatan RGEC meliputi Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital dengan mengandalkan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan, baik yang tersedia di website resmi bank bersangkutan maupun di portal Bursa Efek Indonesia. Teknik purposive sampling digunakan dengan sampel 8 bank (4 konvensional dan 4 digital) dari total 32 unit analisis. Uji statistik mengungkap fakta menarik: bank konvensional dan bank syariah berbeda secara signifikan dalam hal NPL, GCG, ROA, NIM, BOPO, dan CAR. Pendekatannya menggunakan Uji T bila data normal, dan Mann-Whitney U bila distribusinya tidak normal. Bank Digital unggul dalam pengelolaan risiko kredit, margin bunga, dan struktur modal, sementara Bank Konvensional lebih baik dalam efisiensi operasional, profitabilitas, dan tata kelola. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada likuiditas (LDR). Secara keseluruhan, kesehatan sistem perbankan konvensional relatif lebih stabil, sedangkan perbankan digital menunjukkan efisiensi biaya yang lebih tinggi tetapi beberapa aspek profitabilitas masih perlu ditingkatkan.
Copyrights © 2026