Sindrom koroner akut (SKA) merupakan salah satu penyebab utama kematian kardiovaskular dengan manifestasi khas berupa nyeri dada yang disertai kecemasan. Penatalaksanaan gejala tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu intervensi yang mulai banyak diteliti adalah foot massage, teknik pijatan refleksi kaki yang diyakini mampu meningkatkan sirkulasi darah, merangsang pelepasan endorfin, dan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan pre–posttest control group melibatkan 57 pasien SKA yang dirawat di ICCU RS PKU Muhammadiyah Gamping. Intervensi pijat kaki diberikan empat kali selama dua hari dengan durasi 20–30 menit setiap sesi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale, sedangkan tingkat kecemasan dinilai melalui Zung Self-Rating Anxiety Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Kruskal–Wallis, dan post-hoc dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan penurunan bermakna pada skor nyeri dan kecemasan (p=0,000), menegaskan efektivitas pijat kaki sebagai intervensi keperawatan komplementer. Temuan ini mendukung penerapan pijat kaki sebagai tindakan keperawatan mandiri di ICCU maupun IGD untuk meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis pasien SKA.
Copyrights © 2025