Penerapan prinsip-prinsip etika ekonomi Islam di kalangan masyarakat pesisir Mimbo Sumberanyar dilakukan dengan cara menyampaikan barang dalam kondisi yang jujur, menyerahkan ikan kepada juragan darat dalam keadaan utuh, serta tidak mengambil ikan tanpa sepengetahuan juragan. Memanfaatkan uang untuk bahan bakar minyak dalam takaran yang tepat, dan menerima hasil tangkapan ikan baik sedikit maupun banyak dengan bersyukur kepada Allah yang diungkapkan dalam acara petik laut. Namun optimalisasi nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakat Mimbo Sumberanyar terlihat kurang. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan live history/fenomenologis, di mana peneliti mengumpulkan data melalui snowball sampling dari beberapa narasumber hingga mencapai titik jenuh saat informasi yang diberikan serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Mimbo Sumberanyar menerapkan etos kerja yang baik, tidak hanya berfokus pada laut tetapi juga bekerja keras dalam membuat jala, bertani, dan sektor lainnya. Mereka juga membayar zakat, melaksanakan sholat, berpuasa, merasakan kecukupan, dan mengikuti majelis ta’lim. Namun, dalam praktik kejujuran, masih terdapat kekurangan karena adanya kecurangan dalam penimbangan ikan.
Copyrights © 2024