Martin Heidegger memandang filsafat sebagai interpretasi tersendiri, membentuk hubungan eksplosif antara filsafat sebagai hermeneutika dan karya Hermes; Hermeneuein menyingkapkan sesuatu yang menyampaikan suatu pesan, beberapa lamanya apa yang dipertanggungjawabkan itu dapat menjadi sebuah pesan. Heidegger memindahkan gagasan Hermeneutika dari bidang epistemologi ke bidang strategis ontologis. Hermeneutika bukanlah suatu pendekatan untuk mengetahui, melainkan suatu pendekatan terhadap keberadaan. Heidegger memandang penting untuk menjelaskan bagaimana seharusnya pemikiran bekerja menjadi teks melalui Hermeneutika. Artikel ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan menyelidiki isi utama dari hermeneutika Faktisitas Martin Heidegger di dalam karyanya sendiri dan juga sumber lain yang membahas tentang pemikiran hermeneutika Martin Heidegger. Dalam menjelaskan hermeneutika nya, Heidegger membagi menjadi 4 teori besar yaitu keterlemparan, teori pemahaman, teori rahasia ontologis eksistensialis dan teori tentang waktu. Heidegger menyatakan keterlemparan yang bermakna bahwa setiap pemikiran itu tidak pernah suci melainkan pasti telah dipengaruhi oleh lingkungannya baik sosial, politik, budaya dan sebagainya. Selanjutnya Heidegger menjelaskan tentang pemahaman dimana seorang interpreter harus memahami lingkup pemikiran yang dipahami nya. Lalu berikutnya Heidegger berusaha menjelaskan bahwa setiap pemikiran memiliki relasi dengan pemikiran sebelumnya. Terakhir Heidegger menyampaikan bahwa segala sesuatu yang telah dijalani haruslah memiliki tujuan akhir.
Copyrights © 2025