Logam tanah jarang (LTJ) merupakan komoditas strategis saat ini seiring dengan perkembangan teknologi. Penggunaan LTJ banyak diaplikasikan pada industri pertahanan, kesehatan, mobil listrik, turbin, handphone, laptop, dan teknologi maju lainnya. Keterdapatan LTJ pada umumnya berasosiasi sebagai mineral-mineral aksesoris pada batuan berkomposisi granitoids seperti pada monasit, xenotim, allanit, titanit, dan zircon. Akan tetapi berdasarkan beberapa penelitian ditemukan adanya pengkayaan LTJ pada abu sisa pembakaran PLTU FABA (fly ash dan bottom ash). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterdapan LTJ pada kondisi batubara Peringkat Rendah di Formasi Muara Enim pada endapan insitu dan pengkayaan pada FABA. Sampel batubara diambil secara grab sampling pada lokasi tambang sedangkan sampel FABA diambil secara grab sampling di PLTU Mulut Tambang. Pengujian Laboratorium dilakukan melalui Uji XRF untuk melihat kandungan oksida mineral dan Laboratorium BRIN untuk dilakukan analisis ICP OES. Hasil analisis XRF menunjukkan elemen oksida utama penyusun batubara pada endapan batubara insitu terdiri atas Fe2O3, MgO, dan SO3. Hasil analisis ICP-OES memperlihatkan terjadi pengkayaan konsentrasi LTJ pada FABA. Pengkayaan paling besar terjadi pada unsur Cerium (Ce) dimana pada Fly Ash terjadi peningkatan 19 kali menjadi 40,12 Ppm dan pada Bottom Ash 17 kali menjadi 37,15 Ppm. Selanjutnya pada Lantanum (La) terjadi pengkayaan 27 kali pada fly ash menjadi 19,02 Ppm dan 24 kali pada bottom ash menjadi 16,86 Ppm. Secara umum pengkayaan terjadi lebih besar pada fly ash dibandingkan dengan bottom ash.
Copyrights © 2025