PT. XYZ merupakan pabrik pengolahan air minum dalam kemasan yang beroperasi di bawah naungan Danone Indonesia. Ketepatan waktu pengiriman produk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab keterlambatan pengiriman produk ke distributor menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan serta menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) yang diperoleh dari parameter Severity, Occurrence, dan Detection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Desember 2024, keterlambatan pengiriman paling sering disebabkan oleh kekosongan botol atau jumlah botol yang tidak sesuai permintaan, yaitu sebanyak 229 pengiriman atau 85% dari total keterlambatan. Namun, hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa faktor gangguan kesehatan sopir memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 448 atau 64% dari total nilai RPN. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun frekuensi kejadian kesehatan sopir relatif rendah, tingkat keparahan dampak dan kesulitan deteksi yang tinggi menjadikan faktor tersebut sebagai prioritas utama perbaikan.
Copyrights © 2025