This study aims to explore the leadership character of Jesus Christ according to the Gospel of Luke and its implications for contemporary Christian ministry. The research arises from the widespread reality of church leadership practices that are exclusive, hierarchical, and often disconnected from marginalized communities. In this context, the Lukan narrative is particularly relevant as it consistently highlights Jesus’ solidarity with the socially and religiously outcast. A qualitative method was employed, using narrative and linguistic analysis of selected texts in Luke. Greek terms such as ??????? (salvation) and ?????? (forgiveness/liberation) were examined to uncover the theological depth of Jesus’ actions. The findings indicate that Jesus is portrayed as an inclusive leader who actively challenges oppressive social structures. His leadership is relational, empathetic, and transformative centered on restoring dignity rather than enforcing authority. He welcomes the poor, sinners, women, and foreigners into the heart of His ministry. In conclusion, Jesus' leadership in Luke critiques exclusivist ecclesiastical models. The study contributes both theologically and practically to reimagining Christian leadership as contextually grounded, community-centered, and radically inclusive. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakter kepemimpinan Yesus Kristus sebagaimana digambarkan dalam Injil Lukas serta implikasinya bagi pelayanan Kristen masa kini. Kajian ini berangkat dari realitas kepemimpinan gerejawi yang dalam banyak konteks masih bercorak hierarkis dan eksklusif, sehingga berjarak dengan kelompok-kelompok marginal. Dalam situasi tersebut, Injil Lukas menjadi narasi yang relevan karena secara konsisten menampilkan solidaritas Yesus dengan orang miskin, pendosa, perempuan, dan mereka yang terpinggirkan secara sosial maupun religius. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dan linguistik terhadap teks-teks terpilih dalam Injil Lukas. Analisis terhadap istilah Yunani seperti ??????? (keselamatan) dan ?????? (pengampunan/pembebasan) digunakan untuk menggali kedalaman teologis tindakan Yesus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas menampilkan Yesus sebagai pemimpin inklusif yang secara aktif menantang struktur sosial yang menindas. Kepemimpinan Yesus bersifat relasional, empatik, dan transformatif, dengan fokus pada pemulihan martabat manusia. Kesimpulannya, model kepemimpinan Yesus dalam Injil Lukas memberikan kritik teologis terhadap pola kepemimpinan yang eksklusif serta menawarkan kerangka reflektif bagi pengembangan kepemimpinan Kristen yang kontekstual, komunal, dan inklusif.
Copyrights © 2026