Budidaya ikan lele memulai dari beberapa fase, diantaranya fase pemijahan, penetasan, pendedearan juvenil, benih dan pembesaran. Perubahan fase dari pendederan menuju pembesaran mengharuskan adanya perpindahan atau proses transportasi. Proses transportasi akan berhubungan denga jarak dan waktu, sementara proses ini akan membuat ikan berada dalam plastik packing yang memiliki keterbatasan oksigen dan dibawa dalam keadaan tertutup. Kondisi transportasi ini akan menjadi masalah terutama pada keberlangsungan hidup ikan, jika tidak diketahui jumlah konsumsi oksigen benih ikan dan lamanya waktu puasa ikan. Penelitain dilakukan sebagai penelitian pendahuluan sebelum melakukan proses transportasi. Hasil dari penelitian ini akan menjadi dasar dalam melakukan lama (jam) proses transportasi ikan lele yang mungkin dilakukan. Perlakuan pada penelitian ini adalah perlakuan puasa ikan, dengan kepadatan 20 ekor diulang sebanyak tiga kali dan dilakukan selama tujuh hari. Perlakuan lainnya adalah mengukur tingkat konsumsi oksigen dari benih ikan lele, ikan lele akan di masukan dalam wadah beriisi air 3ℓ dan diaerasi kencang mencapai DO 6, nilai DO benih ikan lele diukur setiap jam dan dilihat konsumsinya selama enam jam. Hasil penelitian menunjukkan benih ikan lele ukuran 8-10cm mampu bertahan tanpa makan selama tujuh hari atau lebih, namun mulai hari ke-4 ikan mulai berenang lemas, yang menindikasikan ikan mulai kekurangan energi. Tingkat Konsumsi Oksigen benih ikan lele adalah 0,07 mgO2/g/jam. Berdasarkan data yang didapat benih ikan lele mampu ditransportasikan selama 1-3 hari dengan konsumsi oksigen 504 mgO2/g/jam dengan bobot biomasa benih 100g selama 72 jam (tiga hari).
Copyrights © 2021